Wednesday, 25 September 2013

Coretan

                                                     Oleh : Keiza Ayu Vriscilasari

(sekarang jam di laptop menunjukkan 00:51, Wed Sep 25)
…..disela-sela mengerjakan skripsi…..

Beberapa minggu ini terasa berat. Sebagai mahasiswi semester 7, mungkin aku sedang merasa puncak kejenuhan dengan segala tugas-tugas, membaca buku-buku, rutinitas kegiatan kampus, dan sebagainya. Manusiawi saja.
Semester akhir ini selalu membuatku penasaran.
Melihat para senior yang wajahnya datar seperti Bangui persegi panjang saat mereka sedang mengambil dan menjalani mata kuliah skripsi, membuatku cemas dan bertanya, "Apakah fase ini akan sesulit itu?"

…..dan aku sekarang mengalaminya

Pada awal-awal proposal atau skripsi, pastilah semua mahasiswa merasakan bagaimana mengambil topik yang tepat; (dibuat dengan bahasa lebay) topik sering dibilang kurang problematik, topik dibilang menggantung dan butuh jembatan supaya bisa menyeberang (ini skripsi atau dinas pekerjaan umum ya?), topik yang rumusan masalahnya mengapung di permukaan air (seharusnya bisa tenggelam di dasar), topik yang sudah terlalu umum kayak angkutan umum, topik yang lebih relevan dengan jurusan di fakultas sebelah, dan sebagainya..
Itu biasa. Itu wajar. Di awal, aku tidak terlalu mencemaskan itu, aku selalu optimis (sebenarnya usaha pribadi untuk menghibur diri) dengan topikku supaya aku selalu semangat mengerjakannya.

Dalam prosesnya, ini sedang pengerjaan Bab 1. Minggu depan harus sudah mendaftarkan sidang pra-skripsi (Bab 1). Aku belum menuliskan apapun, karena aku mengganti fokus dari rumusan masalah sebelumnya.
Berhari-hari aku mencari, aku sibuk tanya dosen A, dosen B, dosen C, dosen D, dan seterusnya…
Berhari-hari aku saling bercerita dengan senior, teman seangkatan, meminta pendapat, meminta wejangan…
Berhari-hari aku bertanya dengan diriku sendiri, aku berbicara pada laptopku, berharap dia bisa memunculkan data yang aku butuhkan…
Berhari-hari aku berdoa pada Tuhan dalam diam, karena aku tidak tahu lagi apa yang harus kukatakan pada Tuhan dalam kata-kata…

Banyak hal mengejutkan datang. Beberapa teman dekatku mengganti topiknya secara total. Apakah ini pertanda Tuhan supaya aku mengganti topik juga?
Hingga pada detik ini, ketika aku sudah hampir menyerah, ketika air mataku rasanya mau menetes di mouse pad laptop, ketika aku berencana besok membawa kepala ku ke Hi-Tech Mall untuk install ulang, ketika hidungku semakin mbeler dan sudah kusediakan 1 pak tissue paseo isi 250 lembar, dan sakit maag sudah kambuh karena aku tidak memikirkan makan teratur, tiba-tiba….

ada jawaban datang.
Jawaban apa?
Hanya aku dan Tuhan yang tahu… :)

yang pasti, kerjakanlah bagianmu sebaik-baiknya, ini proses. jangan mengeluh. K E R J A K A N :)
yakinlah pada apa yang kamu kerjakan, (hanya) percaya, dan serahkan pada Sang Maha Kuasa..
Ketika nanti Dia menyempurnakan apapun yang kamu kerjakan dan doakan, kamu akan memahami bahwa memang hidup manusia itu misteri di dalam ke-Maha Kuasa-an Tuhan…
Kamu tidak akan memahami, sampai ketia Dia menjawabnya…

*dedicated for all people who are strugglin' in the name of "skripsi"…….*

No comments:

Post a Comment